Bisnis Online vs Offline. Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Di era modern seperti sekarang ini, rata – rata masyarakat menggunakan internet di dalam menjalankan usahanya baik kelas menengah ke bawah maupun menengah ke atas yang mana kini bisnis tersebut dikenal dengan nama bisnis online.

Bisnis Online vs Offline, manakah yang lebih menguntungkan? sangat menarik untuk dibahas karena dengan adanya fenomena seperti ini, pasti banyak pertanyaan yang mana terkait dengan bisnis online ini. Berikut rangkuman mengenai pertanyaan yang kerap kali muncul.

Continue reading

Simak 4 Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui Dalam Persiapkan Implementasi Software Akuntansi

Membicarakan software akuntansi, banyak  program akuntansi yang sering di pergunakan oleh beberapa perusahaan – perusahaan besar seperti Accurate, Zahir, Sevensoft, Tally, Bee Accounting, Nexus Distribution.

Namun seiring berjalannya waktu , dengan mewabahnya bisnis-bisnis usaha yang ada di era sekarang ini yang mengharuskan para pelaku usaha bisnis harus bermigrasi dari pembukuan manual ke program.

Adanya software akuntansi yang diperuntukkan untuk segala kegiatan bisnis merupakan salah satu solusi untuk penggunaan teknologi yang mungkin akan dapat dipergunakan dalam mengatur segala hal tentang pembukuan dari keuangan bisnis Anda.

Continue reading

Kenali 9 Cara Efektif Dalam Mencegah, Mendeteksi dan Menginvestigasi Laporan Keuangan

Di suatu perusahaan yang ideal, laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting. Mengapa? karena laporan keuangan mempunyai fungsi dalam mencegah, mendeteksi, dan menginvestigasi laporan keuangan di suatu perusahaan. Dan dalam pelaksanaannya, tidak bisa dipungkiri bahawa suatu perusahaan membutuhkan seorang akuntan yang nantinya akan tergabung di dalam divisi internal audit. Tidak bisa dibantah bahwa internal auditor memegang peranan penting dalam mendukung penerapan good corporate governance.

Keterlibatan internal auditor dengan aktivitas operasional sehari-hari termasuk keterlibatan dalam proses pelaporan transaksi keuangan dan struktur pengendalian intern memberi kesempatan internal auditor untuk melakukan penilaian secara berkala dan menyeluruh atas aspek-aspek kegiatan/operasional perusahaan yang memiliki risiko tinggi.

Efektivitas peran internal auditor dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan sangat tergantung pada besar kecilnya status kewenangan yang dimiliki dan mekanisme pelaporan hasil investigasi kecurangan yang dapat dijalankan, karena belum semua jajaran direksi mau memberikan kewenangan penuh dalam proses pencegahan, pendeteksian dan investigasi kecurangan pada internal auditor.

Peran penting dari internal auditor dalam ikut membantu memerangi perbuatan kecurangan khususnya mencakup: Preventing Fraud (mencegah kecurangan), Detecting Fraud (mendeteksi kecurangan), dan Investigating Fraud (melakukan investigasi kecurangan). Internal auditor berada dalam posisi yang penting untuk memonitor secara terus menerus struktur pengendalian intern perusahaan melalui identifikasi dan deteksi atas tanda-tanda (red flags) yang mengindikasikan adanya suatu kecurangan.

Internal auditor berada pada posisi yang tepat untuk memehami seluruh aspek tentang struktur organisasi, tempat pelatihan yang tepat, pemahaman mereka tentang sumber daya manusia yang ada, memahami kebijakan dan prosedur operasi, dan memahami kondisi bisnis dan lingkungan pengendalian intern yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan menilai tanda-tanda atau gejala (symptom ataupun red flag) kemungkinan terjadinya kecurangan.

Hubungan kerjasama antara internal auditor dengan eksternal auditor dapat membawa keterlibatan internal auditor dalam proses penilaian terhadap (kemungkinan) terjadinya kecurangan pada area peran internal auditor yang sangat terbatas, misalnya pada level terjadinya kecurangan melibatkan manajemen lini menengah dan atas (middle/top management).

Sehingga secara tidak langsung internal auditor akan lebih mampu berperan dalam memantau kemungkinan terjadinya kecurangan pada level pembuat kebijkan. Situasi demikian ini akan memberikan peluang bagi internal auditor untuk berperan aktif dalam pengujian integritas, kualitas, dan keandalan proses pembuatan hingga implementasi kebijakan yang dilakukan oleh top manajemen.

Peran internal auditor untuk pencegahan kecurangan, yaitu : “memeriksa dan menilai kecukupan dan efektivitas system pengendalian intern, berkaitan dengan pengungkapan risiko potensial pada berbagai bentuk kegiatan/operasi organisasi”. Standar ini secara jelas mengemukakan bahwa pencegahan kecurangan adalah tanggungjawab manajemen. Meskipun demikian, internal auditor harus menilai kewajaran dan efektivitas tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap kemungkinan penyimpangan atas kewajiban tersebut.

Dalam kaitannya dengan pendeteksian kecurangan yang efektif, berikut 9 cara agar internal auditor mampu melakukan pendeteksian, berikut :

  1. Mengkaji system pengendalian intern untuk menilai kekuatan dan kelemahannya, mengidentifikasi potensi kecurangan berdasarkan kelemahan yang ada pada sistem pengendalian intern,
  2. Mengidentifikasi hal-hal yang menimbulkan tanda tanya dan transaksi-transaksi diluar kewajaran (non procedural),
  3. Membedakan factor kelemahan dan kelalaian manusia dari kesalahan yang bersifat fraud,
  4. Berhati-hati terhadap prosedur, praktik dan kebijakan manajemen.
  5. Dapat menetapkan besarnya kerugian dan membuat laporan atas kerugian karena kecurangan, untuk tujuan penuntutan pengadilan (litigasi), penyelesaian secara perdata, dan penjauhan sanksi internal (skorsing hingga pemutusan hubungan kerja).
  6. Mampu melakukan penelusuran dan mengurai arus dokumn yang mendukung transaksi kecurangan.
  7. Mencari dokumen pendukung untuk transaksi yang dipertanyakan (dispute).
  8. Mereview dokumen yang sifatnya aneh/mencurigakan.
  9. Menguji jalannya implementasi motivasi dan etika organisasi di bidang pencegahan dan pendeteksian kecurangan.

Tanggung jawab internal auditor berkaitan dengan investigasi kecurangan adalah :

  • Menetapkan apakah pengendalian yang ada telah cukup memadai dan efektif untuk mengungkap terjadinya kecurangan.
  • Merancang suatu prosedur audit untuk mengungkap dan mencegah terulangnya kembali terjadinya kecurangan atau penyimpangan.
  • Mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk menginvestigasi kecurangan yang sering terjadi.

Dari pembahasan diatas, jelas penting adanya mengenai cara yang tepat dalam mencegah, mendeteksi dan mengidentivikasi kecurangan dalam laporan keuangan. Sekian pembahasan mengenai laporan keuangan, apabila Anda ingin dibantu dalam pembuatan laporan keuangan untuk perusahaan Anda, silahkan Anda hubungi tim kami atau langsung KLIK tombol dibawah ini sekarang juga.

Klik Untuk Konsultasi Gratis Dengan Team Kami

Berikut Tips Mengatur Cash Flow Agar Keuangan Perusahaan Anda Tetap Aman!

Mengatur Cash Flow ? Tentu sangat menarik untuk dipelajari bagi Anda sebagai pengusaha yang mempunyai usaha yang sedang berkembang, agar arus kas Anda tetap aman.  Laporan arus kas atau yang dikenal dengan cash flow statement merupakan elemen penting yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan pada suatu periode. Laporan arus kas adalah sebuah laporan yang menunjukkan perincian dari arus kas masuk (penerimaan) dan keluar (pengeluaran) suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

Yang biasa digambarkan dalam laporan keuangan arus kas (cash flow statement) meliputi jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik, serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti beban-beban yang harus dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive. Laporan arus kas dibuat setelah pembuatan neraca keuangan dan disusun berdasarkan data laporan laba rugi periode berjalan serta data dari neraca periode sebelumnya.

Laporan arus kas, baik untuk perusahaan barang ataupun jasa, mempunyai klasifikasi yang dibagi menjadi beberapa jenis aktivitas, yaitu operasional, investasi dan pendanaan.

  1. Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow)

Arus kas operasional adalah arus kas yang terkait dengan operasional perusahaan pada masa periode tertentu. Biasanya, yang termasuk pada arus kas operasional adalah penerimaan kas dari konsumen atau pendapatan piutang, pembayaran utang, pembayaran biaya pegawai, penerimaan bunga, pembayaran pajak dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan aktivitas operasional.

  1. Arus Kas Pembiayaan (Financing Cash Flow)

Arus kas pembiayaan adalah arus kas yang terkait dengan aktivitas pembiayaan perusahaan (pengurangan dan penambahan modal) pada masa periode tertentu. Beberapa contoh aktivitas pendanaan adalah pinjaman bank, penerbitan obligasi, penerbitan saham melalui IPO (Initial Public Offering), penerbitan saham baru melalui HMETD dan aktivitas lainnya.

  1. Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow)

Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang terkait dengan aktivitas investasi perusahaan pada periode tertentu. Beberapa aktivitas yang tergabung dalam arus kas investasi adalah pembelian dan penjualan aset tetap, penyertaan saham, dan bentuk investasi lainnya.

Fungsi dan Tujuan Laporan Arus Kas

Salah satu fungsi dan tujuan utama dari laporan arus kas terletak pada informasi yang disajikan terkait pengeluaran dan penerimaan uang kas pada sebuah periode. Dari informasi ini perusahaan dapat membuat strategi keuangan, seperti evaluasi terhadap aktiva bersih sebuah perusahaan, struktur keuangan sebuah perusahaan (likuiditas dan solvabilitas), serta menyesuaikan arus kas dengan perubahan keadaan dan peluang.

Suatu perusahaan yang memiliki laba bersih tinggi, belum tentu menjamin bahwa perusahaan tersebut dapat membayar biaya karyawan dan membeli perlengkapan perusahaan, oleh karena itu dibutuhkan laporan arus kas.

Laporan arus kas bertujuan sebagai:

  1. Memperkirakan arus kas pada periode depan berdasarkan laporan keuangan arus kas periode kini
  2. Menentukan kemampuan atau ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajiban perusahaan.
  3. Untuk pengambilan keputusan guna memperbaiki kinerja perusahaan.
  4. Laporan mengenai hubungan laba bersih terhadap perubahan kas perusahaan.

Manfaat Laporan Arus Kas

Laporan keuangan terutama laporan arus kas memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi banyak pihak seperti investor, kreditor, pengelola perusahaan serta pihak lainnya.

Tidak hanya perusahaan barang, perusahaan jasa pun juga dapat menikmati manfaat dari adanya laporan arus kas. Berikut adalah manfaat dari laporan arus kas:

  1. Memberikan informasi mengenai kemampuan entitas suatu perusahaan dalam menghasilkan arus kas di masa depan
  2. Dapat mengetahui besarnya kemampuan perusahaan dalam membayar dividen dan memenuhi kewajibannya (seperti membayar gaji karyawan)
  3. Mengukur dengan jelas keberhasilan sebuah perusahaan

Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu langsung dan tidak langsung. Elemen yang dilaporkan di dalam kedua jenis laporan tersebut tidak ada yang berbeda, yang berbeda hanyalah metode penyusunan arus kas yang berasal dari kegiatan operasional. Berikut adalah perbedaan dari kedua metode ini:

  1. Metode Langsung

Laporan arus kas akan disajikan dalam 3 kelompok penerimaan dan pengeluaran kas, yaitu dari kegiatan operasional (secara lengkap), kegiatan investasi, dan yang terakhir adalah kegiatan pembiayaan. Pada metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dibagi menjadi 2 arus kas, yaitu masuk dan keluar, kemudian dirinci lagi menjadi beberapa jenis penerimaan dan pengeluaran kas. Keuntungan cara penyajian metode langsung adalah  dapat mengetahui sumber dana serta penggunaan kas melalui laporan metode langsung. Arus kas pada kegiatan operasi juga digolongkan dalam berbagai kategori utama sehingga lebih mudah dimengerti. Kelemahannya adalah jika  ingin mencari data seringkali tidak mudah dan biaya pengumpulannya umumnya mahal.

  • Laporan arus kas disusun dari buku kas/bank
  • Karena disusun berdasarkan buku kas, pada saat pencatatan setiap transaksi kas, harus langsung digolongkan dalam ke-3 jenis aktivitas. Tujuannya untuk mempermudah penyusunan.
  1. Metode Tidak Langsung

Pada metode tidak langsung, arus kas dari kegiatan operasional, ditentukan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan utang lancar serta laba atau rugi. Metode penyajian secara tidak langsung ini didasarkan pada laporan laba rugi dan neraca keuangan. Keuntungan metode penyajian secara tidak langsung adalah data lebih terpusat pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasional. Metode ini menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, neraca dan laporan arus kas.

  • Laporan arus kas disusun dari laporan keuangan (Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi)
  • Tidak diperlukan penggolongan pada setiap transaksi kas. Pengelompokan aktivitas transaksi disusun berdasarkan akun/rekening dalam laporan Keuangan.

Cara mudah mengontrol arus kas lebih sekedar dari pencatatan melainkan menjadi tolok ukur untuk menilai kemampuan suatu perusahaan. Seorang investor juga akan menilai kinerja perusahaan melalui laporan kas perusahaan. Untuk bisa mengontrol arus kas secara efektif, sistem prosedur keuangan (SOP) yang efektif dan efisien juga harus diberlakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol arus kas perusahaan . Berikut adalah cara yang paling lazim digunakan oleh banyak perusahaan.

  1. Voucher

Sistem voucher sudah sangat akrab ditelinga para pelaku bisnis untuk mengelola dan mengontrol arus kas. Voucher bisa diberlakukan untuk setiap transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran kas perusahaan. Voucher memiliki fungsi yang bisa dijadikan alat kontrol untuk bisa mengontrol setiap transaksi secara efisien dan efektif. Sedangkan otoritasnya dilakukan oleh mereka yang memiliki wewenang manajemen untuk menyetujui atau menolak transaksi yang perusahaan lakukan.

  1. Rekening Bank

Selain voucher, pelaku bisnis juga bisa menggunakan cara yang kedua yakni rekening bank. Rekening bank bisa digunakan untuk setiap transaksi yang terjadi di perusahaan. Bank juga melakukan beberapa sistem tertentu yang bertujuan menjaga rahasia dan keamanan kas suatu perusahaan. Melalui cara ini, kas usaha yang dimiliki oleh perusahaan akan terjamin. Pihak bank sendiri akan secara rutin memberikan laporan untuk tiap bulannya baik itu mutasi transaksi atau lainnya yang berhubungan dengan laporan rekening Koran. Laporan rekening koran digunakan juga sebagai alat kontrol internal. Laporan rekening koran bisa diambil tiap bulan atau bahkan kapan saja.

  1. Petty Cash

Alokasi pembentukan Petty Cash atau dana kas kecil juga bisa dilakukan bagi perusahaan untuk mengontrol pengeluaran kas yang bernilai kecil tetapi selalu atau rutin terjadi untuk tiap harinya. Dana kas kecil atau Petty Cash ini ditentukan oleh perusahaan guna mengetahui besaran batasan maksimal dana yang harus perusahaan keluarkan. Taksiran Petty Cash juga ditentukan oleh perusahaan karena perusahaan yang mengetahui seberapa besar pengeluaran rutin yang terjadi.

Cara-cara diatas yang sudah dibahas diatas sudah sering digunakan karena keefektifannya untuk mengontrol arus kas. Bagi pelaku bisnis bisa menerapkan salah satunya yang  paling layak dan mudah dijalankan untuk bisnisnya mengingat tidak semuanya bisa diterapkan sekaligus dengan metode yang sama. Tidak masalah jika pada awalnya masih terdapat sedikit masalah, terus lakukan perbaikan sampai mencapai  dimana bisa digunakan untuk tahun-tahun berikutnya. Berikut tips agar lebih mudah melakukan pinjaman uang dari Bank untuk mengembangkan bisnis. Berikut beberapa cara terbaik mengatur arus kas bagi bisnis UKM agar menjadi lebih baik.

  1. Tulislah Semua Pendapatan & Pengeluaran

Cara yang pertama adalah dengan menuliskan semua pendapatan dan pengeluaran bisnis UKM yang  miliki. Walaupun  belum paham bagaimana menuliskan arus kas yang benar,  harus menuliskannya. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran, kemudian pada setiap akhir bulan  bisa menghitungnya apakah ada keuntungan atau kerugian. Jika bisnis  semakin berkembang dan laporan pendapatan dan pengeluaran sudah bertambah, berarti saatnya  menuliskan laporan arus kas dengan benar.

  1. Pisahkan Antara Rekening Bisnis dan Pribadi

Tidak perlu lagi menunggu bisnis UKM  menjadi besar baru membuat rekening bisnis. Karena sekarang ini membuat rekening tabungan tergolong mudah, cepat, dan biayanya murah. Dengan memiliki rekening bisnis,  bisa mengetahui pemasukan dan pengeluaran bisnis  dengan mudah. Selain itu,  juga bisa melakukan cetak mutasi rekening setiap bulan untuk mengetahui perputaran uang dalam bisnis .

  1. Tetapkan Target

Dengan memiliki target, sebagai pemilik bisnis akan merasa lebih semangat dalam mencapai target yang sudah dibuat. Usahakan ada target jangka pendek seperti target bulanan dan target jangka panjang seperti target tahunan. Contoh saja dalam satu bulan bisnis UKM  harus mendapatkan omzet 10 juta, jika belum tercapai pasti  akan berusaha lebih giat dan bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target tersebut..

  1. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Melakukan evaluasi setiap bulannya. Lakukan evaluasi terhadap pemasukan dan pengeluaran bisnis, lihat dari manakah pendapatan yang paling besar dan dari manakah pengeluaran yang paling besar. Selain itu,  juga bisa melakukan evaluasi terhadap performa  sebagai pemilik bisnis, evaluasi produk, evaluasi karyawan, dan evaluasi lainnya.

Berikut pembahasan mengenai tips untuk mengontrol cash flow dalam perusahaan Anda. Mengontrol cash flow dalam perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena dari situlah Anda bisa mengatur keuangan dalam perusahaan Anda. Apabila Anda ingin dibantu dalam pembuatan laporan keuangan untuk perusahaan Anda, silahkan Anda hubungi tim kami atau bisa langsung KLIK tombol dibawah ini sekarang juga.

Klik Untuk Konsultasi Gratis Dengan Team Kami

8 Hal Penting Mengapa Pihak Independen Perlu Menilai Risiko Dan Kinerja Keuangan di Perusahaan Anda

Sebelum membahas apakah perusahaan Anda membutuhkan jasa pihak independen dalam menilai risiko dan kinerja keuangan, maka alangkah baiknya Anda memahami dulu apa saja eksposur yang ada di dalam perusahaan.

Jadi, eksposur merupakan resiko yang timbul dari sumberdaya internal seperti para pekerja atau berasal dari sumber daya eksternal. Eksposur juga merupakan obyek yang rentan terhadap resiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila resiko yang diprediksi benar-benar terjadi. Eksposur ini paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan. Continue reading

Cara Tepat Mengukur Kinerja Perusahaan

Dalam cara Tepat mengukur kinerja perusahaan ada beberapa konsep yang bisa digunakan, karena bentuk usaha yang kadang kita jalankan berbeda dengan usaha yang lain. Sekarang perlu kita pahami konsep Kinerja perusahaan adalah hasil dari kegiatan manajemen. Parameter yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan di mana informasi keuangan diambil dari laporan keuangan atau laporan keuangan lainnya. Penilaian kinerja bertujuan untuk menentukan efektivitas operasi perusahaan.

Continue reading

Cara Mudah Untuk Menjalankan SOP Dengan Baik dan Benar

Anda memiliki bisnis tapi tidak mengerti apa yang harus dilakukan dengan bisnis Anda ? apakah bisnis Anda sudah memiliki standar prosedur yang baik dan benar ? hmm.. mungkin bagi seorang pengusaha yang memiliki beberapa macam bisnis sering-sering bertanya bagaimanakah cara standar prosedur bisa dijalankan dengan baik dan benar??… Mari kita mulai bahas.

Sebelum membahas lebih tentang standar prosedur, mari coba kita bahas terlebih dahulu mengenai proses pengendalian manajemen. Proses pengendalian manajemen adalah mengukur kemajuan kegiatan yang berdasarkan atas perencanaan yang sudah ditetapkan dalam rangka tujuan organisasi, lalu kemudian di evaluasi serta dicari alternatif solusi dalam rangka penyelesaian masalah yang terjadi dalam pelaksanaannya. Dalam menjalankan suatu bisnis perlu adanya pengendalian atau kontrol agar bisnis yang dijalankan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Maksud dari pengendalian ini lebih mengarahkan ke segi positif.

Tujuan dalam pengendalian manajemen ini adalah untuk mendorong, membantu dan memotivasi manajer dan karyawan untuk melaksanakan strategi organisasi dan untuk mematuhi kebijakan organisasi dalam pelaksanaan tersebut. Pengendalian manajemen tidak terlalu menekankan pada pencarian dan perbaikan kesalahan dan ketidak beresan. Akan tetapi fokus pada implementasi rencana, tentu hal ini perlu membutuhkan pertimbangan-pertimbangan psikologis yang kuat.

Continue reading

1 2 3 5
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube