3 Strategi Mengelola Keuangan Prusahaan Dengan Baik

 

Bagaimana memulai strategi mengelola keuangan usaha yang baik?

 

Terkadang pemilik usahawan/ yang akan membuat suatu usaha tidak mengetahui strategi untuk mengelola keuangannya dengan baik. Yang harus diperhatikan/perlu diketahui sebelum maupun saat mengelola usaha:

#1. Harus memiliki laporan keuangan yang baik.

Artinya jangan sampai membuat perusahaan tetapi tidak memiliki laporan keuangan karena itu sangan penting. Laporan keuangan ini untuk membuat dasar mengetahui kondisi perusahaan sehat atau tidak, jika dari segi keuangan perusahaan sudah sehat maka bisa melakukan investasi maupun menjalankan strategi-strategi marketing. 

#2. Laporan Keuangan Harus Sehat

Artinya harus benar-benar mengetahui Income yang diperoleh ini benar-benar income atau tidak. Harus melihat laporan-laporan yang diterbitkan Accounting apakah laporan-laporan ini benar mencerminkan keadaan laporan keuangan yang sehat atau tidak. Jadi juga perlu mengetahui Rasio leabilitas, Rasio solfabilitas, Rasio aktifitas dan lain sebagainya. Maka harus dipastikan rasio yang ada berada pada standart yang baik. 

#3. Maintain Penyimpanan Keuangan 

Semisalkan sebagai contoh, ada pengusaha yang memiliki banyak cast/uang. Selanjutnya dari memiliki keuangan yang cukup dilakukanlah Investasi Persediaan (membeli banyak barang sebagai persediaan yang mana pembeliannya lebih murah tetapi proses penjualannya lama).

Dalam kondisi tersebut kemungkinan yang terjadi barang tersebut rusak (mengalami penurunan kualitas), dan semisalkan untuk pembelian barang ini pinjam di Bank dan baru dijual kembali dalam jangka waktu 1 tahun dari pembelian maka dikenakan biaya per bulannya 1% dan 12 bulam (1tahun) maka sudah rugi 12%.

Beli Aset Tambahan, semisalkan membeli aset berupa tanah yang mana nantinya akan digunakan untuk membuat pabrik yang lebih besar. Tetapi perlu diperhatikan juga memperhitungkan apakah tanah ini produktif atau tidak. Setelah melakukan pembelian tanah ini selanjutnya dilakukan pembangunan atau didiamkan dulu.

Bisa dibayangkan dalam kondisi memliki uang yang banyak (ber milyar-milyar) tetapi uang ini didiamkan untuk tanah atau digunakan untuk membangun bagunan dengan proses pembangunan dari awal (Baru) dan waktu yang panjang serta tentunya cost/uang lagi untuk pembangunan.

Maka dari uang yang sebelumnya ada akirnya diinvestasikan ke yang mungkin kurang produktif, yang akan terjadi perusahaan akan tergerus terus penghasilan yang didapat disubsidikan untuk pembangunan tersebut. Selanjutnya hanya berharap pada penjualan (harga tanah mengalami kenaikan), tapi dilihat pada tahun 2018/2019 tanah tidak mengalami kenaikan harga jualnya. Jadi harus cerdas dalam memanfaatkan keuangan yang dimiliki.

DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube