Archive

Category Archives for "Sistem Akuntansi"

Berikut Tips Mengatur Cash Flow Agar Keuangan Perusahaan Anda Tetap Aman!

Mengatur Cash Flow ? Tentu sangat menarik untuk dipelajari bagi Anda sebagai pengusaha yang mempunyai usaha yang sedang berkembang, agar arus kas Anda tetap aman.  Laporan arus kas atau yang dikenal dengan cash flow statement merupakan elemen penting yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan pada suatu periode. Laporan arus kas adalah sebuah laporan yang menunjukkan perincian dari arus kas masuk (penerimaan) dan keluar (pengeluaran) suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

Yang biasa digambarkan dalam laporan keuangan arus kas (cash flow statement) meliputi jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik, serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti beban-beban yang harus dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive. Laporan arus kas dibuat setelah pembuatan neraca keuangan dan disusun berdasarkan data laporan laba rugi periode berjalan serta data dari neraca periode sebelumnya.

Laporan arus kas, baik untuk perusahaan barang ataupun jasa, mempunyai klasifikasi yang dibagi menjadi beberapa jenis aktivitas, yaitu operasional, investasi dan pendanaan.

  1. Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow)

Arus kas operasional adalah arus kas yang terkait dengan operasional perusahaan pada masa periode tertentu. Biasanya, yang termasuk pada arus kas operasional adalah penerimaan kas dari konsumen atau pendapatan piutang, pembayaran utang, pembayaran biaya pegawai, penerimaan bunga, pembayaran pajak dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan aktivitas operasional.

  1. Arus Kas Pembiayaan (Financing Cash Flow)

Arus kas pembiayaan adalah arus kas yang terkait dengan aktivitas pembiayaan perusahaan (pengurangan dan penambahan modal) pada masa periode tertentu. Beberapa contoh aktivitas pendanaan adalah pinjaman bank, penerbitan obligasi, penerbitan saham melalui IPO (Initial Public Offering), penerbitan saham baru melalui HMETD dan aktivitas lainnya.

  1. Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow)

Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang terkait dengan aktivitas investasi perusahaan pada periode tertentu. Beberapa aktivitas yang tergabung dalam arus kas investasi adalah pembelian dan penjualan aset tetap, penyertaan saham, dan bentuk investasi lainnya.

Fungsi dan Tujuan Laporan Arus Kas

Salah satu fungsi dan tujuan utama dari laporan arus kas terletak pada informasi yang disajikan terkait pengeluaran dan penerimaan uang kas pada sebuah periode. Dari informasi ini perusahaan dapat membuat strategi keuangan, seperti evaluasi terhadap aktiva bersih sebuah perusahaan, struktur keuangan sebuah perusahaan (likuiditas dan solvabilitas), serta menyesuaikan arus kas dengan perubahan keadaan dan peluang.

Suatu perusahaan yang memiliki laba bersih tinggi, belum tentu menjamin bahwa perusahaan tersebut dapat membayar biaya karyawan dan membeli perlengkapan perusahaan, oleh karena itu dibutuhkan laporan arus kas.

Laporan arus kas bertujuan sebagai:

  1. Memperkirakan arus kas pada periode depan berdasarkan laporan keuangan arus kas periode kini
  2. Menentukan kemampuan atau ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajiban perusahaan.
  3. Untuk pengambilan keputusan guna memperbaiki kinerja perusahaan.
  4. Laporan mengenai hubungan laba bersih terhadap perubahan kas perusahaan.

Manfaat Laporan Arus Kas

Laporan keuangan terutama laporan arus kas memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi banyak pihak seperti investor, kreditor, pengelola perusahaan serta pihak lainnya.

Tidak hanya perusahaan barang, perusahaan jasa pun juga dapat menikmati manfaat dari adanya laporan arus kas. Berikut adalah manfaat dari laporan arus kas:

  1. Memberikan informasi mengenai kemampuan entitas suatu perusahaan dalam menghasilkan arus kas di masa depan
  2. Dapat mengetahui besarnya kemampuan perusahaan dalam membayar dividen dan memenuhi kewajibannya (seperti membayar gaji karyawan)
  3. Mengukur dengan jelas keberhasilan sebuah perusahaan

Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu langsung dan tidak langsung. Elemen yang dilaporkan di dalam kedua jenis laporan tersebut tidak ada yang berbeda, yang berbeda hanyalah metode penyusunan arus kas yang berasal dari kegiatan operasional. Berikut adalah perbedaan dari kedua metode ini:

  1. Metode Langsung

Laporan arus kas akan disajikan dalam 3 kelompok penerimaan dan pengeluaran kas, yaitu dari kegiatan operasional (secara lengkap), kegiatan investasi, dan yang terakhir adalah kegiatan pembiayaan. Pada metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dibagi menjadi 2 arus kas, yaitu masuk dan keluar, kemudian dirinci lagi menjadi beberapa jenis penerimaan dan pengeluaran kas. Keuntungan cara penyajian metode langsung adalah  dapat mengetahui sumber dana serta penggunaan kas melalui laporan metode langsung. Arus kas pada kegiatan operasi juga digolongkan dalam berbagai kategori utama sehingga lebih mudah dimengerti. Kelemahannya adalah jika  ingin mencari data seringkali tidak mudah dan biaya pengumpulannya umumnya mahal.

  • Laporan arus kas disusun dari buku kas/bank
  • Karena disusun berdasarkan buku kas, pada saat pencatatan setiap transaksi kas, harus langsung digolongkan dalam ke-3 jenis aktivitas. Tujuannya untuk mempermudah penyusunan.
  1. Metode Tidak Langsung

Pada metode tidak langsung, arus kas dari kegiatan operasional, ditentukan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan utang lancar serta laba atau rugi. Metode penyajian secara tidak langsung ini didasarkan pada laporan laba rugi dan neraca keuangan. Keuntungan metode penyajian secara tidak langsung adalah data lebih terpusat pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasional. Metode ini menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, neraca dan laporan arus kas.

  • Laporan arus kas disusun dari laporan keuangan (Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi)
  • Tidak diperlukan penggolongan pada setiap transaksi kas. Pengelompokan aktivitas transaksi disusun berdasarkan akun/rekening dalam laporan Keuangan.

Cara mudah mengontrol arus kas lebih sekedar dari pencatatan melainkan menjadi tolok ukur untuk menilai kemampuan suatu perusahaan. Seorang investor juga akan menilai kinerja perusahaan melalui laporan kas perusahaan. Untuk bisa mengontrol arus kas secara efektif, sistem prosedur keuangan (SOP) yang efektif dan efisien juga harus diberlakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol arus kas perusahaan . Berikut adalah cara yang paling lazim digunakan oleh banyak perusahaan.

  1. Voucher

Sistem voucher sudah sangat akrab ditelinga para pelaku bisnis untuk mengelola dan mengontrol arus kas. Voucher bisa diberlakukan untuk setiap transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran kas perusahaan. Voucher memiliki fungsi yang bisa dijadikan alat kontrol untuk bisa mengontrol setiap transaksi secara efisien dan efektif. Sedangkan otoritasnya dilakukan oleh mereka yang memiliki wewenang manajemen untuk menyetujui atau menolak transaksi yang perusahaan lakukan.

  1. Rekening Bank

Selain voucher, pelaku bisnis juga bisa menggunakan cara yang kedua yakni rekening bank. Rekening bank bisa digunakan untuk setiap transaksi yang terjadi di perusahaan. Bank juga melakukan beberapa sistem tertentu yang bertujuan menjaga rahasia dan keamanan kas suatu perusahaan. Melalui cara ini, kas usaha yang dimiliki oleh perusahaan akan terjamin. Pihak bank sendiri akan secara rutin memberikan laporan untuk tiap bulannya baik itu mutasi transaksi atau lainnya yang berhubungan dengan laporan rekening Koran. Laporan rekening koran digunakan juga sebagai alat kontrol internal. Laporan rekening koran bisa diambil tiap bulan atau bahkan kapan saja.

  1. Petty Cash

Alokasi pembentukan Petty Cash atau dana kas kecil juga bisa dilakukan bagi perusahaan untuk mengontrol pengeluaran kas yang bernilai kecil tetapi selalu atau rutin terjadi untuk tiap harinya. Dana kas kecil atau Petty Cash ini ditentukan oleh perusahaan guna mengetahui besaran batasan maksimal dana yang harus perusahaan keluarkan. Taksiran Petty Cash juga ditentukan oleh perusahaan karena perusahaan yang mengetahui seberapa besar pengeluaran rutin yang terjadi.

Cara-cara diatas yang sudah dibahas diatas sudah sering digunakan karena keefektifannya untuk mengontrol arus kas. Bagi pelaku bisnis bisa menerapkan salah satunya yang  paling layak dan mudah dijalankan untuk bisnisnya mengingat tidak semuanya bisa diterapkan sekaligus dengan metode yang sama. Tidak masalah jika pada awalnya masih terdapat sedikit masalah, terus lakukan perbaikan sampai mencapai  dimana bisa digunakan untuk tahun-tahun berikutnya. Berikut tips agar lebih mudah melakukan pinjaman uang dari Bank untuk mengembangkan bisnis. Berikut beberapa cara terbaik mengatur arus kas bagi bisnis UKM agar menjadi lebih baik.

  1. Tulislah Semua Pendapatan & Pengeluaran

Cara yang pertama adalah dengan menuliskan semua pendapatan dan pengeluaran bisnis UKM yang  miliki. Walaupun  belum paham bagaimana menuliskan arus kas yang benar,  harus menuliskannya. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran, kemudian pada setiap akhir bulan  bisa menghitungnya apakah ada keuntungan atau kerugian. Jika bisnis  semakin berkembang dan laporan pendapatan dan pengeluaran sudah bertambah, berarti saatnya  menuliskan laporan arus kas dengan benar.

  1. Pisahkan Antara Rekening Bisnis dan Pribadi

Tidak perlu lagi menunggu bisnis UKM  menjadi besar baru membuat rekening bisnis. Karena sekarang ini membuat rekening tabungan tergolong mudah, cepat, dan biayanya murah. Dengan memiliki rekening bisnis,  bisa mengetahui pemasukan dan pengeluaran bisnis  dengan mudah. Selain itu,  juga bisa melakukan cetak mutasi rekening setiap bulan untuk mengetahui perputaran uang dalam bisnis .

  1. Tetapkan Target

Dengan memiliki target, sebagai pemilik bisnis akan merasa lebih semangat dalam mencapai target yang sudah dibuat. Usahakan ada target jangka pendek seperti target bulanan dan target jangka panjang seperti target tahunan. Contoh saja dalam satu bulan bisnis UKM  harus mendapatkan omzet 10 juta, jika belum tercapai pasti  akan berusaha lebih giat dan bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target tersebut..

  1. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Melakukan evaluasi setiap bulannya. Lakukan evaluasi terhadap pemasukan dan pengeluaran bisnis, lihat dari manakah pendapatan yang paling besar dan dari manakah pengeluaran yang paling besar. Selain itu,  juga bisa melakukan evaluasi terhadap performa  sebagai pemilik bisnis, evaluasi produk, evaluasi karyawan, dan evaluasi lainnya.

Berikut pembahasan mengenai tips untuk mengontrol cash flow dalam perusahaan Anda. Mengontrol cash flow dalam perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena dari situlah Anda bisa mengatur keuangan dalam perusahaan Anda. Apabila Anda ingin dibantu dalam pembuatan laporan keuangan untuk perusahaan Anda, silahkan Anda hubungi tim kami atau bisa langsung KLIK tombol dibawah ini sekarang juga.

Klik Untuk Konsultasi Gratis Dengan Team Kami

9 Langkah Utama Melakukan Kontrol Keuangan di Perusahaan Anda

Untuk menilai bisnis yang sedang kita jalankan, apakah bisnis tersebut berjalan lancar, apakah gagal, laba ataukah rugi? Bagian apa dari operasi yang berfungsi sebagai hambatan, dan bagian apa yang bertindak sebagai penggerak pertumbuhan dalam operasi bisnis Anda?

Jawaban atas semua pertanyaan ini terletak pada pemantauan keuangan rutin dalam bisnis. Tanpa laba yang memadai, arus kas teratur, dan angka penjualan yang kuat, tidak ada bisnis yang dapat berhasil. Itulah sebabnya pemilik bisnis atau manajemen senior harus meminta laporan rutin dari kinerja keuangan perusahaan yang Anda.

Trus apa cara mudah melakukan kontrol keuangan  di Perusahaan Anda?? Mari kita simak penjelasan langkah utama melakukan kontrol keuangan Perusahaan dibawah ini :

Continue reading

Bagaimana Sih Cara Cepat dan Efisien dalam Memahami Kondisi Keuangan Perusahaan??

Laporan keuangan merupakan hal yang penting karena menjadi dasar acuan dalam mengontrol dan mengetahui kondisi keuangan sehingga harus tersaji secara akurat dan kredibel. Kemampuan membaca kondisi keuangan dengan jeli dan memahami nilai-nilai yang muncul dalam laporan keuangan agar nantinya keputusan yang diambil mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan mampu meningkatkan omset perusahaan. Pertanyaannya adalah “Adakah cara yang lebih cepat dan efisien dalam memahami kondisi keuangan perusahaan?.

Dari pertanyaan di atas, ada cara yang paling tepat untuk memahami kondisi keuangan dalam perusahaan, yaitu dengan menggunakan analisis laporan keuangan. Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik atas laporan keuangan itu sendiri. Continue reading

SEBERAPA PENTINGNYA SIH LAPORAN KEUANGAN BAGI PERUSAHAAN ANDA??

Seberapa pentingnya sih Laporan Keuangan itu?? Dan tujuannya untuk apa?? Pasti pertanyaan itu yang sering muncul ketika kita mendengar istilah “Laporan Keuangan”. Laporan keuangan merupakan suatu laporan yang menampilkan informasi posisi keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan selama satu periode. Haruskah perusahaan saya mempunyai laporan keuangan??

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pentingnya laporan keuangan di perusahaan Anda, maka kita jelaskan terlebih dahulu apa itu laporan keuangan. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya: sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Continue reading

Memaksimalkan Laba Dengan Cara Kontrol Penggunaan Aset?? Pelajari Tips-Tips Berikut ini

Aset … siapa yang tidak kenal dengan istilah aset?? mungkin dan dapat dipastikan bagi yang pernah berkecimpung atau yang sedang menjalani bidang akuntansi tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah aset. Bisa dibilang aset merupakan salah satu elemen penting yang ada di perusahaan, oleh karena itu kami akan membahas artikel tentang Bagaimana Memaksimalkan Laba Dengan Cara Kontrol Penggunaan Aset??

Aset merupakan segala sesuatu dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikontrol individu, perusahaan atau negara yang memberi manfaat di masa depan. Aset dilaporkan pada neraca perusahaan dan aset bisa dibeli atau diciptakan untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dianggap sebagai sesuatu yang di masa depan dapat menghasilkan arus kas, mengurangi biaya, meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu alat manufaktur perusahaan atau paten pada teknologi tertentu. Continue reading

Apa sih Pentingnya Sistem Akuntansi Bagi Perusahaan??

Kata “Sistem” sudah seharusnya menjadi kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata sistem banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kehidupan di masyarakat misalnya digunakan dalam kalimat “sistem buka tutup portal perumahan”, atau di sekolah dengan kalimat “sistem pembelajaran”, hingga digunakan dalam perbincangan di sebuah perusahaan yaitu “Sistem Operasional Prosedur”, “Sistem Manajemen Gudang”, “Sistem Informasi Akuntansi”, dan lain-lain.

Pembahasan disini sebenarnya adalah tentang Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi, namun bagi orang awam, kata keuangan lebih familiar dibanding akuntansi. Oleh karena itu, Penulis memilih kata “keuangan” daripada “akuntansi” dengan tujuan agar orang awam atau bukan orang akuntansi-pun setelah membaca artikel ini bisa mengetahui bahwa sistem keuangan dan sistem akuntansi adalah dua hal yang berbeda. Selain itu, agar semua orang mengetahui pengaruh dari sistem akuntansi di Perusahaan.

Continue reading

3 Jenis Laporan Keuangan Yang Wajib Anda Ketahui

Di era sekarang ini ternyata masih banyak sekali pimpinan perusahaan yang tidak bisa membaca laporan keuangan dengan baik dan benar. Banyak pimpinan perusahaan yang mengambil keputusan hanya berdasarkan laporan rugi laba saja atau mungkin hanya laporan hutang usaha saja. Apakah hal tersebut sudah benar? Tentu tidak, hal ini dikarenakan terdapat 3 Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Anda Ketahui.

Menurut kami, membaca laporan keuangan tidak hanya berdasarkan berapa banyak laba atau rugi yang didapat oleh perusahaan, namun juga berasal dari berbagai lini laporan yang harus diketahui oleh pimpinan. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan, contohnya laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas dan lain-lain. Sebelum membahas lebih detail mengenai 3 jenis laporan keuangan yang wajib Anda ketahui, mari kita membahas jenis-jenis laporan keuangan yang ada terlebih dahulu.

Continue reading

Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube