Kenali 9 Cara Efektif Dalam Mencegah, Mendeteksi dan Menginvestigasi Kecurangan Dalam Perusahaan Anda

Di suatu perusahaan yang ideal, laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting. Mengapa? karena laporan keuangan mempunyai fungsi dalam mencegah, mendeteksi, dan menginvestigasi laporan keuangan di suatu perusahaan. Dan dalam pelaksanaannya, tidak bisa dipungkiri bahwa suatu perusahaan membutuhkan seorang akuntan yang nantinya akan tergabung di dalam divisi internal audit. Tidak bisa dibantah bahwa internal auditor memegang peranan penting dalam mendukung penerapan good corporate governance.

Keterlibatan internal auditor dengan aktivitas operasional sehari-hari termasuk keterlibatan dalam proses pelaporan transaksi keuangan dan struktur pengendalian intern memberi kesempatan internal auditor untuk melakukan penilaian secara berkala dan menyeluruh atas aspek-aspek kegiatan/operasional perusahaan yang memiliki risiko tinggi.

Efektivitas peran internal auditor dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan sangat tergantung pada besar kecilnya status kewenangan yang dimiliki dan mekanisme pelaporan hasil investigasi kecurangan yang dapat dijalankan, karena belum semua jajaran direksi mau memberikan kewenangan penuh dalam proses pencegahan, pendeteksian dan investigasi kecurangan pada internal auditor.

Peran penting dari internal auditor dalam ikut membantu memerangi perbuatan kecurangan khususnya mencakup: Preventing Fraud (mencegah kecurangan), Detecting Fraud (mendeteksi kecurangan), dan Investigating Fraud (melakukan investigasi kecurangan). Internal auditor berada dalam posisi yang penting untuk memonitor secara terus menerus struktur pengendalian intern perusahaan melalui identifikasi dan deteksi atas tanda-tanda (red flags) yang mengindikasikan adanya suatu kecurangan.

Internal auditor berada pada posisi yang tepat untuk memehami seluruh aspek tentang struktur organisasi, tempat pelatihan yang tepat, pemahaman mereka tentang sumber daya manusia yang ada, memahami kebijakan dan prosedur operasi, dan memahami kondisi bisnis dan lingkungan pengendalian intern yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan menilai tanda-tanda atau gejala (symptom ataupun red flag) kemungkinan terjadinya kecurangan.

Hubungan kerjasama antara internal auditor dengan eksternal auditor dapat membawa keterlibatan internal auditor dalam proses penilaian terhadap (kemungkinan) terjadinya kecurangan pada area peran internal auditor yang sangat terbatas, misalnya pada level terjadinya kecurangan melibatkan manajemen lini menengah dan atas (middle/top management).

Sehingga secara tidak langsung internal auditor akan lebih mampu berperan dalam memantau kemungkinan terjadinya kecurangan pada level pembuat kebijkan. Situasi demikian ini akan memberikan peluang bagi internal auditor untuk berperan aktif dalam pengujian integritas, kualitas, dan keandalan proses pembuatan hingga implementasi kebijakan yang dilakukan oleh top manajemen.

Peran internal auditor untuk pencegahan kecurangan, yaitu : “memeriksa dan menilai kecukupan dan efektivitas system pengendalian intern, berkaitan dengan pengungkapan risiko potensial pada berbagai bentuk kegiatan/operasi organisasi”. Standar ini secara jelas mengemukakan bahwa pencegahan kecurangan adalah tanggungjawab manajemen. Meskipun demikian, internal auditor harus menilai kewajaran dan efektivitas tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap kemungkinan penyimpangan atas kewajiban tersebut.

Dalam kaitannya dengan pendeteksian kecurangan yang efektif, berikut 9 cara agar internal auditor mampu melakukan pendeteksian, berikut :

  1. Mengkaji system pengendalian intern untuk menilai kekuatan dan kelemahannya, mengidentifikasi potensi kecurangan berdasarkan kelemahan yang ada pada sistem pengendalian intern,
  2. Mengidentifikasi hal-hal yang menimbulkan tanda tanya dan transaksi-transaksi diluar kewajaran (non procedural),
  3. Membedakan factor kelemahan dan kelalaian manusia dari kesalahan yang bersifat fraud,
  4. Berhati-hati terhadap prosedur, praktik dan kebijakan manajemen.
  5. Dapat menetapkan besarnya kerugian dan membuat laporan atas kerugian karena kecurangan, untuk tujuan penuntutan pengadilan (litigasi), penyelesaian secara perdata, dan penjauhan sanksi internal (skorsing hingga pemutusan hubungan kerja).
  6. Mampu melakukan penelusuran dan mengurai arus dokumn yang mendukung transaksi kecurangan.
  7. Mencari dokumen pendukung untuk transaksi yang dipertanyakan (dispute).
  8. Mereview dokumen yang sifatnya aneh/mencurigakan.
  9. Menguji jalannya implementasi motivasi dan etika organisasi di bidang pencegahan dan pendeteksian kecurangan.

Tanggung jawab internal auditor berkaitan dengan investigasi kecurangan adalah :

  • Menetapkan apakah pengendalian yang ada telah cukup memadai dan efektif untuk mengungkap terjadinya kecurangan.
  • Merancang suatu prosedur audit untuk mengungkap dan mencegah terulangnya kembali terjadinya kecurangan atau penyimpangan.
  • Mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk menginvestigasi kecurangan yang sering terjadi.

Dari pembahasan diatas, jelas penting adanya audit internal untuk perusahaan dengan cara yang tepat yaitu mencegah, mendeteksi dan mengidentivikasi kecurangan dalam laporan keuangan. Sekian pembahasan mengenai laporan keuangan, apabila Anda ingin dibantu mengenai Audit Internal untuk perusahaan Anda, silahkan Anda hubungi tim kami untuk konsultasi GRATIS atau langsung KLIK tombol dibawah ini sekarang juga.

Klik Untuk Konsultasi Gratis Dengan Team Kami
DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube