Mau Taat Pajak Agar Bisa Tidur Nyenyak?? Pastikan Anda Sudah Melakukan 3 Hal ini

Taat pajak merupakan kalimat yang mungkin masih tabu dikalangan para pengusaha. kenapa? Karena di era tahun 2018 masih banyak pengusaha yang masih berusaha untuk menghindar dari pajak. Tetapi pemerintah tak mau tinggal diam, banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendisiplinkan para wajib pajak agar taat untuk membayar pajak. karena itu kami akan mengangkat artikel yang berjudul "Mau Taat Pajak Agar Bisa Tidur Nyenyak? Pastikan Anda Sudah Melakukan 3 Hal Ini"

Hmm..Pernahkah terbesit dalam diri Anda untuk Taat Pajak??
Dan apakah Anda bingung harus mulai dari mana??

Sebelum membahas itu, mari kita baca dulu berita dari dunia pajak di Indonesia dimana Kementerian Keuangan akan mengalokasikan dana Rp. 3,1 triliun untuk memiliki sistem teknologi informasi pajak atau core tax system yang akan digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Teknologi canggih ini untuk meningkatkan ketaatan pajak dan pendapatan negara dari sektor pajak.

Kedepan, teknologi tersebut akan bisa menilai kewajaran margin keuntungan perusahaan dimana laporan-laporan keuangan yang dipalsukan akan mudah terdeteksi ataupun praktik-praktik transfer pricing akan mudah terlacak oleh sistem baru DJP. Itulah salah satu reformasi pajak yang akan dilakukan oleh DJP dan masih banyak reformasi pajak lain agar Wajib Pajak semakin taat dan tertib dalam membayar pajak.

Apakah sepenggal berita diatas sudah cukup membuat Anda merubah konsep menjadi lebih Taat Pajak??

Berita diatas bukan untuk menakut-nakuti Anda, tetapi justru ingin membuat Anda bisa tidur dengan nyenyak dan bisa liburan nyaman bersama keluarga. Mungkin masih banyak wajib pajak yang malas membayar pajak karena takut pajak yang telah dia bayarkan diselewengkan oleh para petugas pajak, karena sudah banyak contoh para pegawai pajak yang melakukan korupsi hasil pajak yang harusnya itu merupakan hak negara. Tetapi jangan khawatir, pemerintah pun tidak tinggal diam, Ibu Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan pun menegaskan apabila ada pegawai pajak semena-mena akan dihukum dan langsung mencopot pegawai jika terbukti bersalah, berikut pernyataannya:

Sri Mulyani: Jika Ada Pegawai Pajak Semena-Mena, Lapor ke Saya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta pengusaha melapor jika mendapat perlakuan semena-mena dari pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini disampaikan dalam seminar nasional bertema peran serta dunia usaha dalam membangun sistem perpajakan dan moneter yang adil, transparan dan akuntabel.

Sri Mulyani mengatakan akan langsung mencopot pegawai jika terbukti bersalah. "Kalau mereka punya komplain nengenai masalah perpajakan, bea cukai. Kalau mereka diperlakukan semena-mena enggak jelas, ad hoc, tolong sampaikan ke kami. I will respond to that, saya akan langsung copot," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dengan berita itu, sudah seharusnya kita tidak kuatir lagi bakal diperlakukan semena-mena terkait Pajak, karena sudah mendapat jaminan dari Ibu Sri Mulyani.

TRUS KENAPA HARUS BAYAR PAJAK SIH??

Mengutip kata dari ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani dari kompas.com, bahwa pajak itu ibarat tulang yang memiliki peran penting untuk menopang tubuh agar semua organ dan bagian lainnya dapat berfungsi dengan baik. "Kalau Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya," tutur Sri Mulyani.

Selain itu, menurut pendapat kami, sudah semestinya yang tinggal di Indonesia ataupun yang mendapat penghasilan dari Indonesia, juga harus ikut aturan Indonesia, salah satunya adalah harus ikut aturan dalam hal perpajakan di Indonesia.

Iya Deh.. LALU HARUS MULAI DARI  MANA untuk TAAT PAJAK ?? Berikut adalah 3 Hal yang Wajib Anda Lakukan

#1 Memiliki NPWP

 

 

 

 

Anda harus mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sebagai identitas perpajakan. Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak sesuai ketentuan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Bentuk ketaatan dalam membayar pajak adalah dengan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak untuk mempermudah administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Menurut ketentuan, setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP, di mana NPWP tersebut terdiri atas 15 digit, 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak dan 6 digit berikutnya merupakan kode administrasi. Sayangnya, pemahaman mengenai NPWP belum sepenuhnya merata di seluruh elemen masyarakat. Tidak sedikit di antara mereka yang masih merasa kebingungan, apa sih manfaat, fungsi dan proses pendaftaran dari NPWP itu sendiri. Bagi Anda yang belum memiliki NPWP, segeralah mendaftar sekarang juga.

2# Memiliki Konsep Taat Pajak

Harus memiliki konsep taat membayar pajak karena pajak penting untuk dana membangun negara yang ujungnya untuk peningkatan kesejahteraan. Hmm, jadi bisa diartikan bahwa taat pajak itu merupakan ciri dari orang yang menggunakan akal budinya, pandai dan mahir.

Untuk meningkatkan kesadaran untuk membayar pajak, maka perlu diadakan edukasi mengenai pentingnya taat membayar pajak, masyarakat harus tau nahwa pajak yang dibayarkan langsung masuk ke kas negara yang dan dipergunakan negara untuk umum, pembangunan dan biaya penyelenggaraan negara.

3# Penuhi Kewajiban Pajak Sesuai Dengan Peraturan Perpajakan yang Berlaku (Menghitung, Menyetor dan Melaporkan)

Sistem perpajakan di Indonesia sudah menganut Self Assesment yang merupakan wajib pajak sudah diberikan wewenang untuk menghitung sendiri, menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang yang harus dibayar. Asas pemungutan pajak di Indonesia sudah berlandaskan keadilan dengan menganut asas Equality, yaitu pemungutan pajak yang dilakukan negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak,

Sekian artikel yang kami tulis diatas kami mengambil kesimpulan bahwa pajak merupakan hal yang sangat penting karena pajak merupakan hal yang wajib. Pajak tersebut merupakan hak negara yang nantinya hasil penerimaan pajak tersebut akan dikembalikan ke rakyat dengan cara untuk membangun infrastruktur dan lain-lain. Apabila memang Anda rasa artikel ini bermanfaat, silakan share artikel ini melalui tombol social media yang disediakan, agar lebih banyak orang bisa mendapatkan manfaatnya. Anda juga bisa meninggalkan komentar atau pertanyaan dibawah ini. Kami akan berusaha membaca komentar atau pertanyaan Anda dan menjawab setiap pertanyaan yang masuk.

DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube