Pentingnya “TEAM BUILDER” Untuk Pengembangan Bisnis

Berikan seekor rusa untuk dimasak pada seorang pria, maka dia akan bisa bertahan untuk beberapa saat.

Berikan panah dan ajarkan cara menggunakannya pada seorang pria, maka dia akan bisa bertahan seumur hidupnya

Peribahasa diatas menggambarkan apa yang terbaik yang seharusnya kita lakukan. Apabila kita sebagai pimpinan sebuah perusahaan, analogi peribahasa tersebut meminta kita untuk memberikan sesuatu yang tepat kepada staf/karyawan/team. Hal yang tepat untuk kita berikan adalah ilmu dan pengalaman, yang mana akan diperoleh setidaknya dengan cara pelatihan.

“Team Builder” Apakah Penting Diterapkan Pada Perusahaan Anda? Jawabannya adalah PENTING. Beberapa manager perusahaan atau pemilik perusahaan menghabiskan waktu mereka untuk membuat keputusan strategis atas suatu kondisi perusahaan, membagikan solusi atas permasalahan, hanya mendengarkan masalah dari staf mereka dan memberikan opini terbaik atas permasalahan tersebut. Hal ini hanya akan memberikan staf Anda seekor rusa untuk dimakan bersama dan bukan sebuah panah yang bisa mereka gunakan untuk berburu bersama.

Pelatihan karyawan adalah seperti memberi sebuah panah pada karyawan tersebut. Ini tentang membiasakan karyawan memimpin percakapan, dan juga mengembangkan keterampilan baru untuk menyelesaikan tantangan. Selain itu juga memastikan pertumbuhan, dan memberdayakan karyawan agar lebih produktif dan mandiri. Seperti mengajari seseorang cara memanah, mungkin perlu waktu lebih lama untuk melatih seorang karyawan, daripada memecahkan sendiri masalahnya. Namun, upaya itu akan menghemat banyak waktu Anda dan tim Anda untuk maju.

Melakukan Pelatihan Karyawan yang Efektif

Pelatihan karyawan yang efektif dimulai dengan tiga prinsip dasar. Tiga prinsip dasar tersebut adalah:

#1. Buatlah karyawan selalu penasaran.

Anda sebagai pemilik suatu usaha harus selalu membuat terobosan-terobosan baru yang menarik minat karyawan. Dalam pelatihan harus diakhiri dengan mengajukan pertanyaan oleh karyawan, studi kasus atas suatu permasalahan juga harus rutin diberikan untuk memberikan karyawan kesempatan memecahkan sebuah masalah. Dengan begitu Anda memahami pola pikir mereka dan potensi dari masing-masing mereka dalam menyelesaikan suatu permasalahan di perusahaan.

Karyawan perlu diberikan pemicu agar mereka selalu berfikir atas suatu kondisi di dalam perusahaan. Misal Anda memberikan pernyataan bahwa perusahaan tidak bisa mencapai target penjualan dalam beberapa periode dengan metode yang telah diterapkan pada saat ini, sehingga Anda meminta mereka untuk memberikan inovasi cara penjualan agar target dapat tercapai. Nah yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah memberi reward bagi yang berhasil meraihnya, ini akan memicu kreatifitas dari masing-masing karyawan untuk menumbuhkan inovasi-inovasi selanjutnya untuk perusahaan.

Disisi lain, tidak semua karyawan mampu memikirkan segala sesuatu tentang perkembangan dan perbaikan pada perusahaan, Anda sebagai pimpinan perusahaan juga perlu untuk mengetahui permasalahan dalam pekerjaan mereka, bagaimana masalah itu bisa muncul, dan apa yang mereka butuhkan saat ini agar masalah tersebut dapat terselesaikan.

Bagian yang penting dalam hal ini adalah bahwa perusahaan memiliki tujuan untuk selalu mempermudah pekerjaan yang karyawan akan lakukan, bukan untuk menghambat dan menambah pekerjaannya.  Dalam hal ini, Anda sudah harus peka apabila ada karyawan yang komplain atas suatu pekerjaan yang mereka lakukan, komplain tersebut menunjukkan ada sesuatu yang terjadi pada perusahaan Anda yang harus diselesaikan.

#2. Biarkan Karyawan itu Memimpin.

Pada umumnya sebagai manager sebuah perusahaan atau pimpinan perusahaan, Anda adalah sebagai penentu kebijakan atau penentu keputusan strategis. Hal ini bisa tetap dilakukan akan tetapi dengan sudut pandang yang berbeda. Untuk menjadi pelatih yang efektif maka Anda harus melakukan hal yang sebaliknya, dimana Anda sebagai pendengar dan sebagai orang yang mengajukan pertanyaan atas permasalahan yang sedang dihadapi karyawan Anda. Sehingga Anda memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memecahkan suatu masalah yang sedang mereka hadapi. Dari pemikiran mereka, Anda sebagai pemimpin perusahaan akan mendapatkan inputan atas suatu permasalahan sehingga sudut pandang Anda dalam memecahkan suatu permasalahan semakin luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan biasanya dijalankan dengan prosedur yang tidak mengalami perubahan selama bertahun-tahun, staf baru yang ada di dalam perusahaan mengemukakan bahwa perlu adanya perbaikan prosedur misal pembelian. Disini sebagian besar karyawan lama yang takut akan adanya perubahan akan dengan segera menolak masukan yang diberikan tanpa mempedulikan masukan yang akan diberikan serta manfaat yang diperoleh perusahaan kedepannya.

Yang seharusnya dilakukan adalah, Anda dapat melatih mereka untuk saling memberikan masukan atas perubahan yang akan terjadi, bukan untuk menentangnya. Lalu pastikan bahwa perubahan yang akan terjadi akan membawa dampak dan menambah keuntungan bagi perusahaan. Jangan sekalipun melihat besar dampak yang dihasilkan, akan tetapi selalu lihat apakah perubahan itu masuk akal untuk dilakukan dan dapat bertahan mengikuti perkembangan jaman. Saat masalah tersebut Anda biarkan mereka untuk terus melakukan perbaikan, maka latihan yang Anda terapkan jauh lebih memberdayakan dan membantu mengembangkan potensi karyawan yang Anda miliki.

#3. Mengelola Karyawan Secara Keseluruhan.

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus menyadari bahwa Anda dan karyawan harus membangun rasa percaya yang sangat kuat. Tidak ada garis pemisah antara Anda dan karyawan serta mulai memikirkan karir karyawan dan kebutuhan hidup dan jenjang karirnya, serta problematika yang sedang mereka hadapi.

Sebagai contoh, karyawan Anda sedang mengalami penurunan performa dalam bekerja yang mana hal tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini merupakan sinyal bahwa Anda harus mencari tahu alasan dibalik turunnya performa karyawan. Anda harus membangun cukup kepercayaan pada orang tersebut agar ia merasa nyaman untuk menceritakan permasalahan yang mungkin dihadapinya dan bekerja sama untuk mencari solusi yang terbaik. Sedikit yang perlu dilakukan adalah dengan cara meluangkan waktu dan mendengarka karyawan bercerita sehingga Anda akan kembali mendapatkan karyawan dengan performa maksimal serta loyal terhadap perusahaan.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan yang Anda lakukan merupakan pekerjaan yang pasti akan memberikan imbal hasil. Pelatihan yang dilakukan akan meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan. Pelatihan terhadap karyawan memiliki manfaat sangat besar bagi perusahaan, akan tetapi sering dilupakan karena tidak berdampak langsung bagi keuntungan jangka pendek operasional perusahaan. Berhasil melatih team merupakan investasi Anda di masa depan dan akan membuat pertumbuhan yang luar biasa bagi perusahaan.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau ada yang kurang jelas bisa langsung klik tombol dibawah ini untuk mengetahui gambaran lebih umum tentang SOP yang berhubungan dengan Team Builder dan booking sesi konsultasi gratis dengan team kami.

Konsultasi Gratis

 

DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube