Kenali 3 Tanda BAHAYA Fraud

Pada artikel kali ini kami membahas tentang fraud dalam siklus produksi yang sering dilakukan oleh perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Fraud sendiri merupakan perilaku yang disengaja oleh seorang indivdu atau kelompok yang memiliki maksud dan tujuan yang merugikan pihak lainnya. Semua organisasi, apapun jenis, bentuk, skala operasi dan kegiatannya memiliki risiko terjadinya fraud atau kecurangan.

Fraud atau kecurangan tersebut, selain memberi keuntungan bagi pihak yang melakukannya, membawa dampak yang cukup fatal, seperti misalnya hancurnya reputasi organisasi, kerugian organsisasi, kerugian keuangan Negara, rusaknya moril karyawan serta dampak-dampak negatif lainnya.

Salah satu contohnya adalah kasus yang terjadi di salah satu pabrik beras di Jakarta pada tahun 2017 yang merugikan konsumen mereka karena konsumen menuntut adanya ketidaksesuaian beras yang diproduksi dengan apa yang dikontrak oleh pemesan yang merupakan pedagang retail.

Perusahaan tersebut mencurangi konsumen dengan cara kualitas beras yang berlabel “Premium Quality” ternyata tidak sesuai setelah dilakukan uji laboratorium ternyata memiliki mutu V. Sehingga perusahaan tersebut dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf E, F, dan I, serta Pasal 9 huruf H UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 144 jo Pasal 100 ayat (2) UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Kejadian tersebut tidak hanya melibatkan satu pihak di dalam perusahaan, namun bagian produksi harus terus dituntut untuk menjaga kualitas produksi mereka agar hal-hal tersebut tidak terjadi.

Siklus produksi sendiri berkaitan dengan mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Siklus ini meliputi perencanaan dan pengendalian tentang jenis dan jumlah barang yang diproduksi, tingkat persediaan yang harus diselenggarakan, dan transaksi-transaksi serta kejadian-kejadian yang bersangkutan dengan proses produksi.

Transaksi dalam siklus ini dimulai pada saat bahan baku diminta untuk keperluan produksi, dan diakhiri dengan pengiriman barang yang diproduksi menjadi barang jadi. Transaksi-transaksi dalam siklus ini disebut transaksi-transaksi produksi.

Siklus produksi bersinggungan dengan tiga siklus berikut yaitu:

  1. Siklus pengeluaran dalam hal pembelian bahan baku dan berbagai pengeluaran biaya overhead,
  2. Siklus personalia dalam hal terjadi pengeluaran biaya tenaga kerja produksi,
  3. Siklus pendapatan dalam hal penjualan barang jadi. Interaksi siklus dan akun utama dipengaruhi oleh transaksi manufaktur.  

Perlu dicatat bahwa kredit untuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead manufaktur, debit untuk persediaan barang dalam proses, entri berikutnya untuk merekam transfer biaya produksi selesai dari barang dalam proses untuk barang jadi, hasil dari transaksi manufaktur dalam siklus produksi. Akhirnya, walaupun biasanya dianggap sebagai transaksi siklus pendapatan, transfer biaya dari barang jadi yang diproduksi untuk biaya pokok penjualan didasarkan pada data biaya akumulasi dalam siklus produksi.

Siklus Produksi merupakan serangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk dan terjadi  secara terus-menerus. Keberadaan system informasi akuntansi sangat penting dalam siklus produksi, dengan system informasi akuntansi membantu menghasilkan informasi biaya yang tepat dan waktu kerja yang jelas.

Untuk dijadikan masukan bagi pembuat keputusan dalam perancanaan produk atau jasa yang dihasilkan, berapa harga produk tersebut, dan bagaimana perencanaan penyerapan dan alokasi sumber daya yang diperlukan, dan yang sangat penting adalah bagaimana merencanakan dan mengendalikan biaya produksi serta evaluasi kinerja terhadap produktifitas yang dihasikan.

Fungsi dari pengendalian dan sistem informasi adalah untuk memberikan informasi yang berguna untuk mengambilan keputusan. Dalam siklus produksi, informasi biaya adalah dibutuhkan oleh para pemakai internal dan eksternal. Kebanyakan sistem akuntansi biaya awalnya telah didesain untuk memenuhi permintaan pelaporan keuangan.

Informasi mengenai kebutuhan bahan baku dikirim ke sistem informasi siklus pengeluaran dalam bentuk formulir permintaan pembelian. Sebagai gantinya sistem informasi siklus pengeluaran memberikan informasi mengenai perolehan bahan baku dan informasi pengeluaran lain yang dimasukan kedalam overhead pabrik.

Informasi mengenai tenaga kerja yang dibutuhkan akan dikirim ke siklus sumber daya manusia,yang selanjutnya akan memberikan data mengenai biaya dan ketersediaan tenaga kerja. Terakhir mengenai informasi mengenai harga pokok penjualan akan dikirim ke sistem informasi buku besar dan pelaporan.

1# Bagaimana cara mengenali tanda – tanda Fraud pada Siklus Produksi?

Sebelum kita mendeteksi suatu fraud, kita harus paham dengan siklus bisnis perusahaan. Dengan begitu apabila terjadi sesutatu yang ganjal maka kita akan dapat mengetahui adanya fraud yang terjadi. Dan memahami siklus bisnis perusahaan tidak bisa setengah-setengah, kita dituntun untuk memahami secara menyeluruh dan rinci.

Cara mendeteksi suatu fraud yang cukup sederhana adalah kita bisa melihat dari jumlah sediaan yang terus menyusut atau berkurang tetapi tidak adanya pertambahan penjualan, apabila terjadi seperti itu kita harus segera bertindak karena apabila dibiarkan terus menerus akan dapat merugikan perusahaan.

  1. Adanya penurunan tingkat ketelitian pada standar produk yang seharusnya.
  2. Produksi yang dihasilkan terlalu berlebihan tapi pelaporan yang diserahkan kepada pimpinan jumlahnya lebih kecil. Hal ini biasanya dilakukan karena pihak produksi ingin menyimpan persediaan sehingga mereka bisa menjualnya secara bawah tangan sehingga keuntungan dapat mereka peroleh.
  3. Selain itu adanya pelaporan kerusakan mesin pabrik akibat habisnya umur ekonomis asset tersebut atau mesin produksi harus diganti, hal ini bisa saja terjadi karena adanya kesepakatan antara pihak produksi atau teknisi dengan pihak luar penyedia barang-barang mesin sehingga dia dapat menerima fee ataupun bonus atas pembelian perusahaan yang akan dia terima.

2# Bagaimana cara mencegah fraud atau kecurangan atas siklus produksi tersebut?

  1. Adanya pencatatan terhadap keluar masuknya stock mulai dari bahan baku sampai dengan bahan pembantu.
  2. Di adakannya inspeksi kondisi persediaan secara periodic yang independen atau dilakukan oleh bagian PPIC dengan cara membandingkan
  3. Adanya pencatatan secara sistematis terhadap penambahan dan pengeluaran persediaan dan dicocokkan dengan rincian buku besar akun persediaan tersebut.
  4. Tempat penyimpanan gudang yang terkunci dan hanya orang yang diberi otoritas yang bisa keluar masuk untuk melindungi asset perusahaan dan meminimalkan pencurian yang terjadi.
  5. Proteksi dengan cara diadakannya pengawasan di daerah produksi oleh petugas keamanan perusahaan, pemberian label pada barang dan penggunaan tiket perpindahan barang dalam proses di sekitar perusahaan.

Audit kinerja merupakan proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan negara, dalam hal ini adalah penyusunan / pelaksanaan anggaran; penerimaan, penyaluran dan penggunaan dana; serta pengelolaan aset dan kewajiban, dan pelaksanaan tugas dan fungsi auditi yang terdiri atas aspek ekonomis, efisiensi dan efektivitas.

3# Apa manfaat dari pencegahan fraud atas siklus produksi di perusahaan?

Manfaaat dari pengendalian fraud terhadap siklus produksi yang ada di perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Menekan investasi modal dalam persediaan pada tingkat yang minimum.
  2. Mengeleminasi atau mengurangi pemborosan dan biaya yang timbul dari penyelenggaraan persediaan yang berlebihan, kerusakan, keusangan, serta asuransi persediaan.
  3. Mengurangi resiko kecurangan atau kecurian persediaan.
  4. Menghindari resiko penundaan produksi dengan cara selalu menyediakan bahan yang diperlukan.
  5. Memungkinkan pemberian jasa yang lebih memuaskan kepada para pelanggan dengan cara selalu menyediakan bahan atau barang yang diperlukan.
  6. Dapat mengurangi investasi dalam fasilitas dan peralatan pergudangan.
  7. Memungkinkan pemerataan produksi melalui penyelenggaraan sediaan yang tidak merata sehingga dapat membantu stabilitas pekerjaan.
  8. Menghindari atau mengurangi kerugian yang timbul karena penurunan harga.
  9. Mengurangi biaya opname fisik persediaan tahunan.
  10. Melalui pengendalian yang wajar dan informasi yang tersedia untuk persediaan.
  11. Mengurangi biaya penjualan dan biaya administrasi, melalui pemberian jasa.

Dalam mencegah fraud yang terjadi di perusahaan bisa juga diatasi dengan gejala-gejala kecurangan atau flag red. Flag Red yaitu merupakan indikator bahwa kecurangan tersebut sedang terjadi. Red Flags merupakan suatu kondisi yang janggal atau berbeda dengan keadaan normal.

Dengan kata lain, red flags adalah petunjuk akan adanya sesuatu yang tidak biasa dan memerlukan penyidikan lebih lanjut. Red flags tidak mutlak menunjukan apakah seseorang bersalah atau tidak tetapi merupakan tanda-tanda peringatan bahwa fraud terjadi.

Red Flag dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari kondisi perusahaan, pihak manajemen sampai pada pegawai. Dilihat dari ketidakwajaran yang terjadi. Untuk kondisi perusahaan dapat dilihat dari persediaan yang terus berkurang karena berbagai hal. Ini menjadikan suatu petunjuk bahwa ada masalah pada sediaan dan pergudangan.

Sekian pembahasan mengenai fraud di siklus produksi dalam perusahaan manufaktur. Jadi kesimpulannya adalah dalam siklus produksi di perusahaan manufaktur bisa saja terjadi fraud, hal tersebut bisa dicegah dengan cara dilakukannya rutin melakukan pencatatan-pencatatan terhadap keluar masuknya stock dan dalam pencegahannya bisa diatasi dengan gejala kecurangannya yaitu dengan red flag.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau ada yang kurang jelas seputar tanda-tanda fraud dalam siklus produksi di perusahaan manufaktur, klik tombol dibawah ini tentang informasi detail penanganan Fraud dan booking sesi konsultasi gratis dengan tim kami.

Penanganan Fraud
DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Office SurabayaOffice JakartaInstagramFacebookYouTube