Tips Menata Gudang di Perusahaan Furniture

Tips Menata Gudang di Perusahaan Furniture

Bisa dikatakan bahwa perusahaan furniture ini termasuk perusahaan pabrikasi. Perlu diketahui bahwa pabrik memiliki komponen-komponen bahan material yang akan diproduksi. Ketika memiliki gudang untuk perusahaan furniture semacam ini maka harus mengetahui bagaimana mengelola barang.

Langkah awal yang pertama kali harus dilakukan oleh pemilik pabrik furniture harus Membuat Layout Inventory. Dan ketika sudah memiliki layout pabrik pastikan Posisi gudang (penyimpanan bahan baku) dengan posisi pabrik jangan terlalu jauh. Kedua lakukan penataan yang tepat atas barang-barang yang dimiliki. Dan harus dibedakan lagi antara barang Fast Moving dengan barang Slow moving.

Barang fast moving sebaiknya lebih di dekatkan dengan area proses produksinya sehingga pada prosesnya akan lebih cepat dalam pengambilannya, tapi sebaliknya untuk barang slow moving lebih dijauhkan. Maka dari itu harus dibuatkan plot-plot penyimpanan barang baik itu dalam kotak-kotak dengan palet dan diberi garis atau berbentuk rak.

Setelah menentukan plot-plot penempatan barangnya jangan lupa untuk memberi nama stock per bahan. Dan jangan sampai penempatan nya tercampur dengan bahan yang tidak sama dan harus per tempat per barang adalah nama masing-masing dan itu untuk semua barang. Maksudnya adalah untuk ketika melakukan stock pastikan tidak kesusahan melakukan stock opname. Jadi harus lakukan Ploting, Berikan nama, Berikan kartu stock.

Semisalkan ketika masuk dalam proses produksi yang harus diperhatikan adalah tentukan dalam bentuk pages. Jangan dimasukkan ketika tidak memiliki SPK yang jelas untuk setiap bentuk produk yang akan diproduksi. Jadi harus punya 1 pages dimana satu production untuk satu pages ini barang jadinya adalah A B C D diatur sedemikian rupa yang mana setelah masuk dari proses produksi barang ini posisi dimana karena barang ini akan berubah bentuk dari bahan baku menjadi barang yang siap produksi.

Setelah menjadi suatu produk jadi siap dipasarkan harus sudah dalam posisi yang sudah tertata plot tempatnya dengan baik dan sudah diberikan nama serta kode dan kartu stoknya pada setiap jenis.  Jadi ketika nantinya melakukan penjualan maka akan tahu barang mana yang diambil dan pada akhir bulan saat melakukan stock opname dapat dilakukan dengan baik.

Dengan dilakukan hal-hal seperti ini harapannya perusahaan dapat mengontrol stock dengan lebih baik. Terakhir adalah Pastikan perusahaan menggunakan software accounting dan inventory agar semakin mempermudah.  

DConsulting Team
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
Top
Jakarta OfficeSurabaya OfficeInstagramFacebookYouTube